Dalam dunia prop firm, drawdown menjadi salah satu aturan terpenting yang menentukan apakah akun trading tetap aktif atau justru mengalami pelanggaran. Banyak trader yang memiliki strategi bagus, tetapi gagal menyelesaikan challenge hanya karena tidak memahami cara kerja batas drawdown yang diterapkan oleh prop firm.
Masalahnya, tidak semua prop firm menggunakan sistem drawdown yang sama. Ada yang menerapkan daily drawdown, ada yang menggunakan trailing drawdown, dan ada pula yang memilih static drawdown. Masing-masing memiliki cara perhitungan yang berbeda sehingga akan memengaruhi gaya trading yang paling sesuai.
Pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan daily, trailing, dan static drawdown beserta contoh perhitungannya agar Anda dapat memilih program prop firm yang sesuai dengan strategi trading Anda.
Apa Itu Drawdown?
Drawdown adalah batas maksimal kerugian yang diperbolehkan pada akun trading. Jika kerugian melebihi batas tersebut, akun akan dianggap melanggar aturan dan biasanya challenge maupun akun funded akan dihentikan.
Tujuan adanya drawdown adalah untuk memastikan trader mampu mengelola risiko dengan baik. Bagi prop firm, drawdown menjadi cara untuk menilai apakah seorang trader mampu menjaga modal perusahaan secara konsisten.
Secara umum, terdapat tiga jenis drawdown yang paling sering digunakan, yaitu:
- Daily Drawdown
- Trailing Drawdown
- Static Drawdown
Mari kita bahas satu per satu.
Apa Itu Daily Drawdown?
Daily drawdown adalah batas kerugian maksimum yang boleh terjadi dalam satu hari trading. Perhitungan ini akan di-reset setiap pergantian hari sesuai waktu server atau waktu yang telah ditentukan oleh prop firm.
Sebagai contoh, sebuah akun memiliki saldo awal sebesar $100.000 dengan aturan daily drawdown 5%.
Artinya, trader hanya boleh mengalami kerugian maksimal sebesar $5.000 dalam satu hari.
Misalnya:
- Saldo awal hari = $100.000
- Daily drawdown = 5%
- Batas kerugian harian = $95.000
Jika pada hari tersebut ekuitas akun turun hingga $94.900, maka akun dianggap melanggar aturan meskipun keesokan harinya harga kembali naik.
Namun, apabila akun ditutup pada saldo $102.000, maka batas daily drawdown pada hari berikutnya akan mengikuti aturan prop firm. Beberapa prop firm menghitung berdasarkan balance awal hari, sementara yang lain menggunakan equity tertinggi pada awal hari. Oleh karena itu, penting untuk membaca aturan masing-masing prop firm.
Kelebihan Daily Drawdown
- Risiko harian lebih mudah dikontrol.
- Trader dapat memulai hari berikutnya dengan batas drawdown yang baru.
- Cocok bagi trader intraday dan scalper.
Kekurangan Daily Drawdown
- Tidak cocok untuk trader yang sering menahan floating loss besar.
- Pergerakan pasar yang volatil dapat menyebabkan pelanggaran drawdown meskipun posisi akhirnya berakhir profit.
Apa Itu Trailing Drawdown?
Trailing drawdown adalah sistem drawdown yang terus bergerak mengikuti peningkatan saldo atau equity akun.
Semakin besar profit yang diperoleh, semakin tinggi pula batas minimum akun yang harus dijaga.
Sebagai contoh:
Saldo awal:
$100.000
Trailing drawdown:
$6.000
Awalnya, batas drawdown berada di:
$94.000
Kemudian trader memperoleh profit hingga akun naik menjadi:
$105.000
Maka batas trailing drawdown ikut naik menjadi:
$99.000
Jika akun kemudian turun hingga $98.900, akun dianggap melanggar aturan karena telah melewati batas trailing drawdown yang baru.
Inilah alasan mengapa trailing drawdown sering dianggap lebih menantang dibanding static drawdown.
Beberapa prop firm menerapkan trailing drawdown berdasarkan balance, sedangkan yang lain menggunakan equity secara real-time. Versi equity umumnya lebih ketat karena floating profit maupun floating loss ikut diperhitungkan.
Kelebihan Trailing Drawdown
- Mendorong trader untuk terus menjaga profit.
- Mengurangi risiko kehilangan seluruh keuntungan yang telah diperoleh.
- Cocok bagi trader dengan manajemen risiko yang disiplin.
Kekurangan Trailing Drawdown
- Batas drawdown terus berubah.
- Trader harus lebih berhati-hati ketika ukuran akun mulai bertambah.
- Lebih sulit digunakan untuk strategi swing trading dengan floating yang besar.
Apa Itu Static Drawdown?
Static drawdown adalah batas kerugian yang nilainya tetap sejak awal akun dibuat dan tidak berubah meskipun trader memperoleh keuntungan.
Sebagai contoh:
Saldo awal:
$100.000
Static drawdown:
$10.000
Artinya, batas akun selalu berada di:
$90.000
Walaupun trader berhasil meningkatkan akun menjadi:
- $105.000
- $110.000
- bahkan $120.000
Batas drawdown tetap berada di $90.000.
Karena tidak bergerak mengikuti profit, static drawdown sering dianggap sebagai sistem drawdown yang paling mudah dipahami dan lebih fleksibel.
Kelebihan Static Drawdown
- Batas risiko tidak berubah.
- Trader memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan profit.
- Cocok untuk swing trader maupun position trader.
Kekurangan Static Drawdown
- Biasanya lebih jarang ditawarkan oleh prop firm.
- Beberapa program dengan static drawdown memiliki biaya challenge yang lebih tinggi.
Perbedaan Daily, Trailing, dan Static Drawdown
| Aspek | Daily Drawdown | Trailing Drawdown | Static Drawdown |
|---|---|---|---|
| Batas berubah setiap hari | Ya | Tidak | Tidak |
| Mengikuti kenaikan profit | Tidak | Ya | Tidak |
| Nilai drawdown tetap | Tidak | Tidak | Ya |
| Risiko meningkat saat profit naik | Tidak | Ya | Tidak |
| Cocok untuk | Scalper & Intraday | Trader disiplin | Swing & Position Trader |
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada sistem drawdown yang benar-benar lebih baik karena semuanya bergantung pada gaya trading Anda.
Jika Anda merupakan trader harian yang jarang menahan posisi semalaman, maka daily drawdown biasanya tidak menjadi masalah.
Apabila Anda memiliki manajemen risiko yang sangat disiplin dan mampu mengunci profit secara konsisten, trailing drawdown bisa menjadi pilihan yang baik.
Sementara itu, jika Anda lebih sering melakukan swing trading atau membutuhkan ruang yang lebih fleksibel untuk menghadapi fluktuasi pasar, static drawdown umumnya menjadi sistem yang paling nyaman.
Sebelum membeli challenge prop firm, pastikan Anda memahami jenis drawdown yang digunakan. Dua challenge dengan ukuran akun dan harga yang sama bisa memiliki tingkat kesulitan yang sangat berbeda hanya karena metode drawdown yang diterapkan.
Kesimpulan
Drawdown merupakan salah satu aturan paling penting dalam prop trading karena menentukan batas risiko yang harus dipatuhi setiap trader.
Daily drawdown membatasi kerugian dalam satu hari trading dan biasanya di-reset setiap hari. Trailing drawdown bergerak mengikuti peningkatan profit sehingga batas kerugian akan terus naik seiring pertumbuhan akun. Sementara itu, static drawdown memiliki batas tetap sejak awal sehingga memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi trader.
Memahami perbedaan ketiga jenis drawdown ini akan membantu Anda memilih prop firm yang sesuai dengan strategi trading sekaligus mengurangi risiko gagal challenge akibat kesalahan dalam mengelola risiko.
FAQ
Apakah semua prop firm menggunakan jenis drawdown yang sama?
Tidak. Setiap prop firm memiliki aturan drawdown yang berbeda. Bahkan, beberapa prop firm menawarkan beberapa jenis program dengan sistem drawdown yang berbeda pula.
Mana yang paling mudah antara trailing dan static drawdown?
Secara umum, static drawdown dianggap lebih mudah karena batas kerugiannya tidak berubah ketika akun menghasilkan profit.
Apakah daily drawdown dihitung berdasarkan balance atau equity?
Tergantung pada aturan masing-masing prop firm. Ada yang menggunakan balance awal hari, ada juga yang menggunakan equity. Selalu baca ketentuan program sebelum memulai challenge.
Mengapa trailing drawdown dianggap lebih sulit?
Karena batas drawdown terus bergerak mengikuti kenaikan saldo atau equity. Semakin besar keuntungan yang diperoleh, semakin tinggi pula batas minimum akun yang harus dipertahankan.
Bagaimana cara mengetahui jenis drawdown suatu prop firm?
Informasi tersebut biasanya tersedia pada halaman aturan challenge atau FAQ di situs resmi prop firm. Pastikan Anda memahami metode perhitungannya sebelum membeli akun challenge.