Aturan News Trading di Prop Firm: Apa yang Perlu Diperhatikan

Aturan News Trading di Prop Firm

News trading di prop firm bisa menjadi peluang, tetapi juga salah satu area rules yang paling sering menjebak trader. Intinya: tidak semua prop firm melarang trading saat news, tetapi banyak firm membatasi kapan trader boleh membuka, menutup, atau membiarkan order aktif di sekitar rilis ekonomi berdampak tinggi.

Bagi trader Indonesia yang mengikuti challenge prop firm, memahami aturan news trading sama pentingnya dengan memahami drawdown harian, target profit, dan payout. Satu eksekusi di waktu yang salah bisa membuat profit tidak dihitung, payout tertunda, atau akun langsung dianggap breach.

Jika Anda masih membandingkan firm, baca juga panduan FundedTrading.id tentang strategi news trading: pro dan kontra dan cara memilih prop firm paling terpercaya.

Apa Itu News Trading di Prop Firm?

News trading adalah aktivitas membuka, menutup, atau mengelola posisi di sekitar rilis berita ekonomi besar yang dapat memicu volatilitas tinggi. Contohnya termasuk Non-Farm Payrolls, CPI, keputusan suku bunga bank sentral, FOMC statement, unemployment rate, GDP, dan data inventori minyak.

Di prop firm, news trading tidak hanya dilihat dari arah prediksi pasar. Firm biasanya menilai apakah trader sengaja mengeksploitasi volatilitas ekstrem, slippage, spread melebar, atau perbedaan eksekusi antara lingkungan demo/simulasi dan kondisi pasar nyata.

Itulah sebabnya aturan news trading sering lebih ketat di akun funded dibanding tahap evaluation.

Jawaban Cepat: Apakah News Trading Diperbolehkan di Prop Firm?

News trading bisa diperbolehkan, dibatasi, atau dilarang tergantung firm, tipe akun, dan tahap akun. Beberapa prop firm memperbolehkan news trading saat evaluation tetapi memberi batasan saat funded account. Ada juga firm yang memperbolehkan hold posisi, tetapi melarang eksekusi order baru dalam beberapa menit sebelum dan sesudah high-impact news.

Contoh dari sumber resmi:

  • FTMO memperbolehkan trading news saat Evaluation Process, tetapi pada FTMO Account tipe Standard ada larangan membuka atau menutup posisi pada instrumen terdampak dalam window 2 menit sebelum sampai 2 menit sesudah news tertentu. FTMO Swing dikecualikan dari pembatasan ini.
  • The5ers High Stakes memperbolehkan hold posisi saat high-impact news, tetapi melarang eksekusi order 2 menit sebelum, selama, dan setelah news pada currency atau index terkait.
  • FundingPips memiliki aturan berbeda per program. Pada beberapa akun, evaluation lebih longgar, tetapi Master Account memiliki aturan profit deduction untuk trade yang dibuka atau ditutup dekat high-impact news. FundingPips Zero Master bahkan melarang holding, opening, atau closing posisi dalam restricted window tertentu.
  • Topstep menekankan bahwa economic releases dapat memicu volatilitas ekstrem dan trader harus memahami produk yang terdampak.

Pelajarannya jelas: jangan hanya bertanya “boleh news trading atau tidak?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah “boleh melakukan tindakan apa, pada akun apa, instrumen apa, dan dalam window berapa menit?”

Jenis Aturan News Trading yang Harus Dicek

1. Restricted Window Sebelum dan Sesudah News

Restricted window adalah periode waktu ketika trader tidak boleh melakukan tindakan tertentu di sekitar rilis berita. Window ini bisa 2 menit, 5 menit, 10 menit, atau lebih, tergantung firm.

Yang perlu dicek:

  • Apakah larangan berlaku sebelum dan sesudah news?
  • Apakah larangan berlaku saat news berlangsung?
  • Apakah window dihitung berdasarkan server time, UTC, New York time, atau waktu lokal?
  • Apakah restriction berlaku untuk semua news atau hanya high-impact news?

Kesalahan umum trader Indonesia adalah memakai kalender ekonomi dalam WIB tetapi tidak mencocokkannya dengan server time platform. Jika firm memakai server time, jam di kalender pribadi Anda bisa berbeda beberapa jam.

2. Open, Close, Hold: Tiga Hal yang Berbeda

Dalam aturan prop firm, membuka posisi, menutup posisi, dan menahan posisi sering diperlakukan berbeda.

Ada firm yang melarang open dan close posisi saat news, tetapi masih memperbolehkan hold posisi yang sudah dibuka sebelumnya. Ada juga yang melarang posisi tetap terbuka selama restricted window, terutama pada akun tertentu.

Ini penting karena trader sering mengira “saya tidak entry saat news” sudah aman. Padahal, jika stop loss atau take profit tersentuh dalam restricted window, beberapa firm bisa tetap menganggapnya sebagai eksekusi yang melanggar rules.

FTMO, misalnya, menyebut bahwa aktivasi atau penutupan pending order, termasuk stop loss dan take profit, dapat dianggap sebagai membuka atau menutup trade dalam restricted window pada instrumen terdampak.

3. Pending Order, Stop Loss, dan Take Profit

Aturan news trading tidak selalu hanya berlaku untuk market order. Banyak prop firm juga memasukkan pending order ke dalam larangan.

Perhatikan apakah rules mencakup:

  • buy stop
  • sell stop
  • buy limit
  • sell limit
  • stop loss
  • take profit
  • trailing stop
  • partial close
  • order yang tereksekusi otomatis

Jika strategi Anda memakai breakout order sebelum NFP atau CPI, bagian ini wajib dibaca sangat teliti. Di beberapa firm, memasang pending order sebelum news lalu membiarkannya aktif saat rilis dapat dianggap sebagai news straddling atau eksploitasi volatilitas.

4. Instrumen yang Terdampak News

Tidak semua news berdampak ke semua instrumen. Firm yang rules-nya lebih detail biasanya mengaitkan news dengan instrumen tertentu.

Contohnya, rilis USD seperti NFP, CPI, FOMC, atau Federal Funds Rate umumnya berdampak pada pair USD, gold, indeks AS, dan DXY. FTMO secara resmi mencantumkan contoh bahwa saat NFP, trader tidak boleh membuka atau menutup trade pada pair seperti USDJPY atau GBPUSD dalam restricted window, tetapi instrumen non-terkait seperti EURGBP atau AUDNZD dapat tidak terkena pembatasan.

Untuk futures, Topstep mencantumkan contoh economic releases dan produk terdampak, seperti FOMC Statement yang berdampak pada semua produk, atau Crude Oil Inventories yang relevan untuk crude oil futures.

5. Tahap Evaluation vs Funded Account

Banyak prop firm lebih longgar saat challenge dan lebih ketat setelah trader masuk funded account. Alasannya sederhana: firm ingin menguji konsistensi trader, tetapi juga perlu membatasi perilaku yang sulit direplikasi dalam kondisi eksekusi nyata.

Sebelum membeli challenge, cek apakah aturan news trading berbeda untuk:

  • trial account
  • phase 1
  • phase 2
  • verification
  • funded account
  • master account
  • live account
  • scaling account

Jangan menganggap pengalaman lulus challenge otomatis aman untuk funded phase. Strategi yang legal saat evaluation bisa menjadi pelanggaran saat funded.

News Ekonomi yang Paling Sering Masuk Restricted Event

Prop firm biasanya fokus pada high-impact news. Beberapa rilis yang sering masuk daftar pengawasan adalah:

  • Non-Farm Payrolls atau Employment Situation
  • Consumer Price Index atau CPI
  • Producer Price Index atau PPI
  • keputusan suku bunga bank sentral
  • FOMC Statement dan FOMC Minutes
  • GDP
  • unemployment rate dan wage data
  • crude oil inventories untuk trader oil
  • pidato bank sentral tertentu

Untuk jadwal resmi, trader dapat memantau kalender seperti FOMC calendar dari Federal Reserve dan jadwal rilis BLS untuk data seperti Employment Situation, CPI, PPI, dan Real Earnings. Namun, untuk kepatuhan prop firm, kalender resmi saja belum cukup. Anda tetap harus mengikuti kalender atau daftar restricted events yang ditentukan firm.

Risiko News Trading di Prop Firm

Profit Tidak Dihitung

Beberapa firm tidak langsung menutup akun, tetapi menghapus profit dari trade yang melanggar news rule. Ini tetap berbahaya karena profit deduction bisa membuat target payout gagal tercapai atau membuat metrik konsistensi berubah.

Akun Dianggap Breach

Pada aturan yang lebih ketat, pelanggaran news trading bisa dianggap hard breach. Artinya akun ditutup, meskipun posisi tersebut profit.

Slippage dan Spread Melebar

Saat high-impact news, harga bisa bergerak cepat, spread melebar, dan order tereksekusi jauh dari harga yang diharapkan. Ini bukan hanya masalah strategi, tetapi juga masalah risk limit. Satu candle news bisa menyentuh daily drawdown sebelum trader sempat bereaksi.

Masalah Konsistensi

Prop firm semakin memperhatikan pola trading yang terlihat seperti “all-in saat news”. Walaupun tidak selalu tertulis sebagai news rule, perilaku seperti lot sangat besar hanya di sekitar event besar bisa bertabrakan dengan aturan gambling, one-sided betting, atau prohibited trading practices.

Checklist Sebelum News Trading di Prop Firm

Sebelum trading saat news, cek poin berikut:

  • Apakah firm memperbolehkan news trading di tipe akun Anda?
  • Apakah aturan berbeda antara challenge dan funded account?
  • Berapa menit restricted window sebelum dan sesudah news?
  • Apakah hold posisi diperbolehkan?
  • Apakah stop loss dan take profit yang tereksekusi dihitung sebagai pelanggaran?
  • Apakah pending order boleh aktif saat news?
  • Instrumen apa yang dianggap terdampak?
  • Kalender apa yang digunakan firm?
  • Time zone apa yang dipakai?
  • Apa konsekuensi pelanggaran: profit deduction, payout denial, atau account breach?
  • Apakah ada aturan tambahan seperti max lot, consistency rule, atau prohibited strategy?

Jika satu poin saja tidak jelas, lebih aman menghubungi support firm sebelum trading.

Strategi Aman untuk Trader yang Tidak Ingin Melanggar Rules

Pendekatan paling aman bukan selalu menghindari semua news, tetapi membuat prosedur yang konsisten.

Pertama, tandai high-impact news setiap awal minggu. Fokus pada event yang relevan dengan instrumen Anda, bukan semua event di kalender.

Kedua, tetapkan no-trade buffer pribadi yang lebih lebar dari rules firm. Jika firm melarang 2 menit sebelum dan sesudah news, trader konservatif bisa memakai buffer 10-15 menit untuk mengurangi risiko eksekusi tidak sengaja.

Ketiga, hindari pending order di sekitar news jika rules tidak sangat jelas. Pending order yang aktif saat rilis bisa tereksekusi terlalu cepat dan sulit dibedakan dari strategi eksploitasi news.

Keempat, dokumentasikan rencana trading. Catat alasan entry, waktu entry, event yang dijadwalkan, dan instrumen terkait. Ini membantu jika Anda perlu menjelaskan trade kepada support.

Kelima, bedakan strategi news trading dari strategi normal. Jika performa hanya datang dari spike news, firm bisa menilai profil risiko Anda tidak stabil untuk funded account.

Kesalahan Umum Trader Indonesia

Kesalahan pertama adalah hanya membaca headline rules. Banyak halaman marketing menulis “news trading allowed”, tetapi detail help center menjelaskan batasan open, close, hold, atau profit deduction.

Kesalahan kedua adalah lupa konversi waktu. Rilis CPI pukul 08:30 Eastern Time bukan berarti 08:30 WIB. Selalu cocokkan dengan server platform dan kalender firm.

Kesalahan ketiga adalah mengabaikan mata uang terkait. Jika news USD rilis, pair mayor, gold, indeks AS, dan DXY bisa ikut terdampak. Jangan hanya melihat pair utama yang Anda tradingkan.

Kesalahan keempat adalah menganggap stop loss aman. Pada beberapa rules, stop loss yang triggered di restricted window tetap bisa dianggap closing trade.

Kesalahan kelima adalah memakai lot terlalu besar saat event besar. Walaupun tidak melanggar news window, perilaku ini bisa terlihat seperti gambling dan merusak peluang payout.

Apakah News Trading Cocok untuk Akun Prop Firm?

News trading cocok hanya untuk trader yang benar-benar memahami volatilitas, eksekusi order, spread, dan aturan firm secara detail. Untuk mayoritas trader challenge, pendekatan yang lebih rasional adalah menghindari entry baru di sekitar high-impact news dan fokus pada setup yang bisa diulang tanpa bergantung pada lonjakan harga sesaat.

Jika Anda tetap ingin news trading, pilih firm dan tipe akun yang rules-nya jelas. Jangan memilih prop firm hanya karena profit split tinggi atau biaya challenge murah. Transparansi rules lebih penting daripada promosi.

Untuk membandingkan program yang tersedia, Anda juga bisa melihat halaman review seperti FundingPips di FundedTrading.id atau FundedNext di FundedTrading.id sebagai titik awal riset, lalu selalu verifikasi aturan terbaru langsung dari situs resmi firm.

FAQ Aturan News Trading di Prop Firm

Apakah semua prop firm melarang news trading?

Tidak. Beberapa memperbolehkan news trading, beberapa membatasi eksekusi dalam restricted window, dan beberapa melarang news trading pada akun tertentu. Aturannya berbeda berdasarkan firm, program, dan tahap akun.

Apa itu high-impact news?

High-impact news adalah rilis ekonomi yang biasanya dapat memicu volatilitas besar, seperti NFP, CPI, keputusan suku bunga, FOMC, unemployment rate, GDP, dan data inventori minyak. Banyak firm memakai kalender ekonomi tertentu untuk menentukan event yang masuk kategori ini.

Apakah boleh hold posisi saat news?

Tergantung firm. Ada firm yang memperbolehkan hold posisi tetapi melarang open atau close. Ada juga akun tertentu yang melarang posisi tetap terbuka selama restricted window.

Apakah stop loss yang kena saat news bisa melanggar rules?

Bisa, jika firm menganggap stop loss yang tereksekusi sebagai closing order dalam restricted window. Ini salah satu detail paling penting yang harus dicek sebelum trading.

Apakah news trading lebih aman saat evaluation?

Tidak selalu. Beberapa firm memang lebih longgar saat evaluation, tetapi strategi yang berhasil di challenge bisa bermasalah saat funded account jika rules berubah. Trader harus membaca aturan untuk setiap tahap akun.

Kesimpulan

Aturan news trading di prop firm harus dibaca sampai detail operasionalnya: kapan restricted window dimulai, order apa yang dilarang, instrumen apa yang terdampak, dan apakah aturan berbeda antara evaluation dan funded account.

News trading bukan sekadar soal menebak arah pasar setelah data rilis. Dalam prop trading, yang lebih penting adalah apakah strategi Anda bisa lolos rules, tetap terkendali secara risiko, dan tidak terlihat seperti eksploitasi volatilitas sesaat.

Jika ragu, pilihan paling profesional adalah mengurangi exposure menjelang high-impact news, memperlebar buffer waktu pribadi, dan hanya trading pada kondisi yang sepenuhnya sesuai dengan rules firm.

Share Article

Related Articles

Author By

Fajar Febriansyah

Head of Media (FMX), SEO Specialist, Expert Copywriter, Ex-Google Rater.

Fajar Febriansyah is a Web Development Content Writer at FinPR, specializing in content for the prop firm industry. He creates clear, accurate, and user focused content that helps traders understand platforms, rules, and trading models without confusion. With a background in SEO copywriting and technical writing, Fajar focuses on turning complex trading and web related topics into straightforward explanations built around real search intent. He is also active on TikTok under the username @ngopypaste, where he shares practical copywriting tips with an audience of over 6K+ followers. You can connect with him on LinkedIn. https://www.linkedin.com/in/fajar-febriansyah/

Credentials